Fix! OSC Kami Indonesia Digelar Dua Tahap

Fix! OSC Kami Indonesia Digelar Dua Tahap

Kamiindonesia.com. Tahap penilaian Online Singing Contest: Kami Indonesia tinggal dua hari lagi, namun hingga tadi malam (Jumat, 19/12), tim juri yang terdiri dari tiga akademisi dan praktisi musik belum mencapai kata sepakat. Apalagi alasannya kalau bukan karena tingkat persaingan yang ketat.

“Banyak sekali yang kemampuannya sama, mereka bagus-bagus. Kalau yang dinilai hanya teknik vokal dan ekspresi, ya memang agak sulit. Untuk teknik improvisasi juga hanya satu dua orang dominan. Tapi secara umum, para peserta OSC bagus-bagus,” terang Ali Muslih, Ketua Tim Juri OSC: Kami Indonesia.

Ali yang sehari-hari tinggal di Palembang ini berencana terbang ke Jakarta hari ini. Begitupun dengan dua juri lainnya, weekend ini akan bertemu secara langsung, demi membahas OSC.

“Ini event online, memang teknis kerjanya kami buat simpel, kalau bisa dilakukan online ya online saja. Termasuk juri. Satu di Palembang, satu di Jakarta, satu lagi di Bandung. Tadinya kami kira cukup lah mereka tonton semua video peserta lalu kasih nilai, pilih tiga terbaik. Ternyata ketiga juri menghasilkan tiga nama berbeda dari tiap kategori. Jadi ya yang tadinya cukup komunikasi online, jadi harus bertemu di darat, sekalian silaturahmi saja,” terang Asep, Organizing Commitee OSC Kami Indonesia.

Untuk itu Asep meminta para peserta bersabar menunggu hasil keputusan juri. Asep juga memastikan penilaian bakal objektif, karena event ini benar-benar digelar untuk Indonesia.

“Adik-adik para peserta bersabar ya. Insha Alloh kami ingin yang terbaik. Jangan khawatir, tim juri yang kami pilih juga idealis, dan sudah kenal lama, mereka pasti objektif. Mereka mau jadi juri tanpa honorarium. Demi apa? Demi Indonesia. Event ini juga tidak memiliki sponsor atau donatur, tidak ada biaya pendaftaran alias gratis, jadi bebas dari kepentingan siapapun. Hasilnya akan objektif,” ujar Asep.

Ya, OSC Kami Indonesia memang tak punya sponsor. Lebih tepatnya, memang tak punya agenda khusus untuk cari sponsor. OSC Kami Indonesia digelar semata-mata ingin menggaungkan semangat kebhinekaan di Indonesia yang faktanya semakin hari semakin terasa memudar. Menurut Asep, satu-satunya bantuan dari pihak luar adalah dari Dirjen Polpum Kemendagri, dalam bentuk Tropi dan Piagam Penghargaan.

“Yang kami ingin gaungkan di event ini adalah semangat Indonesianya. Fokusnya bukan pada jumlah nominal hadiah, tapi pada semangat kebangsaannya. Alhamdulillah responnya ternyata mantap. Dari Sumatera hingga Papua ada yang daftar, meskipun kami tidak ekspos berapa besaran hadiah uang tunainya, karena bukan di situ orientasi OSC ini. Tapi di sisi lain kami juga ingin memberikan value khusus, salah satunya dengan memberikan tropi dan piagam resmi dari pemerintah pusat. Alhamdulillah Dirjen Polpum menyambut baik. Tropi dan piagam ini akan sangat bernilai bagi para pemenang nanti, misalnya untuk salah satu syarat beasiswa bidikmisi atau beasiswa unggulan yang dikelola oleh Dirjen Dikti.

Ada satu informasi penting untuk semua peserta OSC Kami Indonesia. Hasil teleconference antara tim juri dengan organizing commitee kemarin malam menyepakati satu hal, yakni OSC Kami Indonesia akan digelar dua tahap. Jadi yang akan diumumkan segera adalah tahap pertama, kemungkinan tidak langsung mengumumkan juara, tapi mengambil beberapa kontestan yang selanjutnya akan mengikuti tahap final.

“Karena hasilnya banyak skor yang sama, kami ingin memberikan kesempatan lagi kepada mereka, agar tim juri bisa memastikan mana yang terbaik dari yang baik-baik ini. Kami akan ambil tujuh nama dari setiap kategori. Dan ketujuh peserta ini selanjutnya harus menyanyikan lagu lagi, persis seperti kemarin yang pertama. Dan tim juri akan menilai lagi,” papar Asep.

Lalu bagaimana aturan teknis untuk para finalis ini? Lagunya lagu apa? Apa saja yang dinilai?

“Akan kami bahas besok. Kami akan berkumpul besok untuk bahas itu. Yang pasti, pengumuman nama-nama finalis tidak akan lebih dari tanggal 27, sesuai jadwal terakhr yang kami umumkan di website kamiindonesia.com.” pungkas Asep. (SA)